Kita atau Kami?
Kalau beberapa waktu lalu Anda penggemar acara “Mama Mia” dan variannya di Indosiar, pasti Anda tidak asing dengan kalimat ini, “Kita? Lo aja kali, gue kagak“. Kalimat itu sering menjadi bahan ejekan antara Ruben, Eko Patrio, dan Ivan Gunawan. Ingin mengetahui ada apa dengan kata kita yang sehari-hari sudah terbiasa kita ucapkan dan dengarkan itu? Saya akan membicarakan secara singkat di halaman ini.
Fasilitas SMS Melahirkan Gejala Bahasa Baru
Teknologi komunikasi dalam bentuk fasilitas layanan short message service (SMS) pada telepon genggam (HP) memengaruhi juga perkembangan bahasa. Hal itu ditandai dengan munculnya satu gejala bahasa baru berkaitan dengan penulisan pesan yang disampaikan melalui layanan tersebut. Gejala bahasa itu muncul karena bahasa (baca: penulisan pesan) menyesuaikan diri dengan media pengiriman pesan.
Bagaimana Komunikasi dengan Bahasa Terjadi?
Bahasa merupakan alat komunikasi antarmanusia bahkan menjadi alat komunikasi utama. Bagaimana komunikasi dengan bahasa dapat terjadi tentu harus melibatkan dua orang atau lebih sebagai kumunikan dan pesan yang disampaikan. Dua orang atau lebih yang terlibat dalam proses komunikasi itu terdiri dari pengirim (sender) dan penerima (reciever). Setiap orang yang terlibat dalam komunikasi bisa menjadi, baik pengirim maupun penerima.
Kamus, Tesaurus, dan Glosarium
Semua orang tentu tidak asing dengan istilah dan benda yang berupa kamus. Akan tetapi, tentu tidak sedikit yang masih asing dengan istilah tesaurus dan glosarium. Ketiga benda itu serupa, tetapi tak sama. Meskipun kamus, tesaurus, dan glosarium merupakan buku referensi, ketiganya memiliki fungsi berbeda.
LINGUISTIK: Ilmu Bahasa
Eksistensi linguistik sebagai salah satu bidang ilmu ternyata masih belum begitu dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia bahkan oleh kalangan terpelajar. Saya tidak terlalu heran ketika mendapat pertanyaan perikutan setiap kali orang bertanya bidang ilmu apa yang saya sedang pelajari. Pertanyaan-pertanyaan perikutan itu selalu bisa saya duga. “Linguistik itu sastra ya?” “Linguistik itu belajar bahasa?”
Tentang Nama Blog
Saya binggung ketika akan membuat nama untuk blog ini karena semua nama terpilih yang berkaitan dengan bahasa sudah ada. Akhirnya, ide nama ini muncul. Latar belakangnya sederhana saja. Saya ingin membuat prasasti tentang fenomena-fenomena kecih dalam bahasa, terutama bahasa Indonesia. Dengan harapan apa yang saya sajikan nanti dapat menambah wawasan tentang seluk-beluk bahasa bagi teman-teman nonlinguis.
Sampai ketemu di tulisan-tulisan berikutnya.
Aha-o ‘apa kabar’
Apa kabar, sahabat.
Selamat datang di blog ini. Blog berisi wawasan-wawasan kecil tentang linguistik dan semiotik, khususnya pernik-pernik yang ada di “belantara” linguistik.
(lagi…)