Kami dan Kita Memang Berbeda

Kita? Lo aja kali gue kagak. Kalimat tersebut sempat populer beberapa waktu lalu. Tuturan seperti itu menjadi demikian populer karena memang awalnya diucapkan para artis dalam konteks becandaan pada sebuah acara di salah satu televisi swasta. Setiap orang yang mendengar kalimat itu tentu mengetahui maksudnya bahwa ketika pembicara menyebut kita, pendengar mengelak keterlibatnya dalam sebuah aktivitas atau keadaan tertentu. Kata kita yang mewakili penutur jamak itu menarik untuk dibicarakan karena akhir-akhir ini ada kesalahan penggunaan kata ganti tersebut oleh kalangan tertentu. Sebuah fenomena kesalahan berbahasa yang mungkin tak terperhatikan dan dianggap sepele, namun patut diluruskan.

Continue reading