Anda tentu sering mendengar orang bertanya, “Kalau masuk ke dalam, keluar arahnya ke mana?” Sebuah pertanyaan yang ada kalanya sulit dijawab. Bukankah demikian? Hal itu memang benar dan barangkali belum ada yang berupaya memberikan jawaban dengan meyakinkan. Di pihak lain, terdapat beberapa ungkapan setipe dengan masuk ke dalam tersebut. Melalui tulisan singkat ini, pertanyaan yang seolah tidak terjelaskan itu mudah-mudahan dapat dijawab. Isi tulisan singkat ini juga diharapkan dapat meluruskan pemahaman tentang ungkapan-ungkapan, seperti masuk ke dalam dan setipenya, yang sebenarnya termasuk dalam kesalahan umum berbahasa Indonesia tersebut.
Tata Makna
Catatan-catatan tentang pemaknaan bentuk-bentuk lingual.